Senin, 30 November 2009

Seorang Ayah Yang Pantang Menyerah

Lee Ielpi adalah seorang pengsiunan pemadam kebakaran, pemadam kebakaran kota New York. Dia memberikan 26 tahun pengapdian pada kota itu. Tetapi pada 11 September 2001, dia memberikan lebih dari itu. Dia memberikan putranya. Jonathan Ielpi juga seorang pemadam kebakaran seperti ayahnya. Ketika menara kembar itu runtuh, dia ada di sana dan terkubur hidup-hidup.

Pemadam kebakaran adalah sebuah kelompok yang sangat setia pada kesatuannya. Ketika seseorang meninggal dalam tugas, mereka menunggu anggota timnya untuk mengenalinya dan yang kemudian mengangkatnya. Lee kemudian mencari tubuh anaknya sebagi misi pribadinya. Dia terus menggali reruntuhan hari demi hari dengan belasan orang. Pada Selasa, 11 Desember, tiga bulan setelah kejadian, dia menemukan anaknya. Dan Lee mengangkat tubuh anaknya keluar dari reruntuhan.

Mengapa dia sebagai seorang ayah tidak mau menyerah untuk mencari tubuh anaknya? Karena cintanya pada sang anak lebih besar dari rasa lelah dan sakit yang harus dialaminya ketika masa pencarian. Bukankah hal yang sama Kristus lakukan bagi kita? Mengapa Dia tidak pernah menyerah? Karena kasihnya pada anak-anak-Nya lebih besar dari penderitaan yang harus dijalani-Nya.

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Yohanes 3:16

Sabtu, 28 November 2009

Bunga Laut Merah : Pengampunan


Bunga Laut Merah


Tahukah Anda, sejenis bunga laut yang disebut bunga laut merah dapat dicacah-cacah dan dicincang dengan melewati sebuah saringan hingga badannya terpotong atas ribuan bagian halus.

Walau demikian, hewan ini tidaklah mati. Saat air diendapkan, masing-masing bagian potongan akan bergerak mendekat dan menyusun diri. Dalam beberapa jam, bunga laut tadi akan menyatu dan kembali membentuk bunga laut utuh seperti semula.

Demikianlah gambaran pengampunan yang seharusnya Anda miliki. Tidak ada seorangpun yang sanggup menyakiti Anda jika Anda tidak mengijinkannya. Mungkin saja hati Anda sepertinya teriris menjadi seribu bagian, tapi pengampunan tulus dengan kekuatan Roh Kudus akan merekatkan hati itu utuh seperti semula, tanpa luka yang meninggalkan bekas.

Bukan hal yang mudah untuk dilakukan, tapi ketika Anda memutuskan untuk melakukannya, maka Roh Kudus akan memampukan Anda untuk melalukan semua kesakitan dan kepahitan hidup yang Anda alami.

Resep Mengasihi Mertua Yang Tinggal Bersama Anda



Mertua, kata tersebut terdengar horor bagi beberapa orang.Ada yang berharap, memiliki mertua yang baik atau bahkan tidak memiliki mertua itu lebih baik. Bagi orang Indonesia, tinggal di "pondok mertua indah" adalah sesuatu yang cukup lazim dilakukan. Namun tidak jarang mereka yang menjalaninya hidup dalam penderitaan karena tidak bisa menikmati tinggal bersama mertua dan mencintai mereka.

Sarah Hamaker pernah mengalami hal diatas ketika situasi memaksanya tinggal bersama orangtua suaminya. Rumahnya rusak pada saat badai Isabel menghantam kotanya di tahun 2003, dan mertuanya menawarkan rumah mereka sambil menunggu pembangunan rumahnya selesai. Inilah tips yang diberikan Sarah agar Anda bisa menerima mertua Anda dan mengasihi mereka.

Milikilah hubungan yang dinamis dengan semua orang. Jika salah satu pihak ingin mendominasi atau mengendalikan pihak lain maka sebuah hubungan tidak bisa terjalin baik. Untuk itu, saling menghormati satu sama lain akan membuat hubungan Anda dengan mertua lebih harmonis.

Hormati ruang lingkup masing-masing. Sebagai contoh dalam hubungan dengan anak-anak, ijinkan nenek dan kakek berperan sebagaimana mestinya, dan biarkan disiplin menjadi bagian bagi Anda dan pasangan sebagai orangtua.

Hormati mertua Anda. Salah satu cara menghormati mertua Anda adalah dengan menunjukkan seberapa besar Anda mencintai pasangan Anda, yang adalah anak mereka.

Kunjungilah mereka. Jika Anda sudah tidak tinggal lagi dengan mertua Anda, kunjungilah mereka secara rutin. Mereka akan sangat gembira bisa bertemu dengan cucu mereka.

Pastikan kesehatan mereka baik secara jasmaniah maupun spiritual. Jika keluarga Anda adalah orang percaya, beri dorongan mereka untuk mengunjungi gereja secara teratur dan terlibat aktif dalam kegiatan rohani. Sebagai orangtua tentunya mereka lebih rentan terhadap sakit penyakit, untuk itu selain kerohanian mereka, kesehatan jasmani mereka juga perlu Anda perhatikan.

Hubungan bukanlah sebuah peristiwa yang terjadi dalam waktu semalam, itu membutuhkan kerja keras. Untuk itu, jika awalnya terasa sulit, jangan cepat menyerah. Lakukan dengan semangat dan penuh kasih. Jadikan mertua Anda sama seperti orangtua Anda sendiri. Lihat selalu pada kebaikan mereka, dan cintailah mereka.



Sumber : Crosswalk

Selasa, 24 November 2009

Keunikan Rajawali

Ada sebuah keunikan yang dilakukan oleh seorang rajawali dewasa untuk mengajarkan anak-anaknya terbang. Dengan menggoyangbangkitkan isi sarangnya, induk rajawali mengajar anak-anaknya terbang meskipun cara ini kelihatannya kejam.

Di atas bukit yang tinggi dan sulit didaki, induk rajawali membuat sarangnya dengan ranting-ranting kecil berduri dan melapisinya dengan bulu-bulu halus dan sejenis tumbuhan kecil yang lembut untuk melindungi telur-telur dan anak-anaknya yang akan menetas dari telur. Bayangkan betapa nyamannya anak-anak itu begitu keluar dari cangkang telur. Dan di atas ketinggian itu merekan juga dapat menikmati pemandangan alam yang indah dengan bebas, makan hanya tinggal membuka mulut saja, dah tidur dalam kehangatan bulu-bulu induknya. Semua kenyamanan itu membuat anak-anak rajawali malas untuk pergi dari sarang itu, malas untuk belajar terbang dan malas untuk bisa mencari makan sendiri. Oleh karena itulah induk rajawali terpaksa bertindak tegas dengan membuat sarang itu tidak nyaman lagi dengan cara menggoyangbangkitkan sarang itu, sehingga pada akhirnya anak rajawali harus pergi dari sarangnya, menghindar dari tusukan duri, lalu bertengger di tepi sarang untuk mengepak-ngepakan sayap.

Pada akhirnya karena letih, tak jarang mereka terjatuh dari ketinggian, dan saat itulah induk rajawali secepat kilat akan menopang mereka dengan sayapnya.

Friends, ada kalanya “sarang” kita yang nyaman berubah menjadi penuh duri, menjadi nggak nyaman lagi untuk “ditempati”. “Sarang” itu bisa apa aja, mungkin kerjaan kita, mungkin studi kita, bisa juga ketidaknyamanan itu terjadi di keluarga kita sendiri, di hubungan persahabatan, pertemanan atau bahkan pacaran, atau ada di fisik kita. Padahal di sisi yang lain perasaan kita tetap melayani Tuhan kok, tetap doa kok, tetap saat teduh kok, tetep nyanyikan lagu rohani kok, tapi kok jadi begini yah ?? Dan terkadang tanpa sadar sering kita jadinya mempertanyakan eksistensi Tuhan, menanyakan “sebenarnya Tuhan sayang nggak sih sama aku ?”, mempertanyakan mukjizat Tuhan, dan ngga sedikit yang berakhir dengan menyalahkan Tuhan atas kehidupannya yang jadi ngga nyaman itu.

Friends, jangan buru-buru deh menyalahkan segala sesuatunya, apalagi mempertanyakan eksistensi, kasih dan kesetiaan Tuhan. Tanpa kita tanya, kita juga udah pasti tau kok bahwa kasih, kesetiaan dan kehadirian Tuhan tidak akan pernah berubah dahulu sekarang dan sampai selamanya, tetap setia, tetap penuh kasih dan Maha hadir. Klo memang kita sedang berada dalam kondisi nggak nyaman, ambil saat teduh pribadi, waktu tenang untuk bisa merefleksikan paling tidak apa yang udah terjadi hari ini, karena bisa jadi Tuhan sedang “menggoyangbalikan sarang” kamu supaya kamu bisa “belajar terbang”.

Tuhan sedang melatih kita supaya kita belajar “mengepak-ngepakan” sayap iman kita. Iman untuk berkata “Terpujilah Tuhan” di saat yang menyenangkan mungkin sering kita ucapkan, tetapi apakah kita bisa juga berkata hal yang sama saat kita berada dalam ketidaknyamanan, saat kita lagi merasa dijauhi, saat keluarga kita sedang bertengkar hebat, saat pekerjaan belum ada satupun yang datang, saat bos di kantor bener-bener mengesalkan, saat hati kita disakiti dengan orang terdekat, saat kita dikhianati dengna orang terdekat, dan saat kita kehilangan orang yang kita sayangi atau cintai. Bisakah kita mengatakan hal yang sama ?

Tuhan sedang melatih sayap-sayap iman kita, seberapa besar iman kita untuk percaya bahwa Tuhan memberikan yang terbaik, bahwa segala sesuatu indah pada waktunya, bahwa kesabaran dan kesetiaan membuahkan hasil, dan bahwa setiap doa kita di dengar.

Dan sesungguhnya saat Tuhan sedang “menunggangbalikan” zona kenyamanan kita, ada sebuah pembelajaran dan pendewasaan yang sedang Dia lakukan untuk kita, dan bukan saja Dia melihat dari atas surga saja melihat kita berada dalam penderitaan, tapi pada saatnya kita kelelahan karena mengepak-ngepakan sayap, dan terjatuh dari ketinggian, dengan cepat dan sigap Tuhan akan slalu menopang kita dan takkan membiarkan kita jatuh sampai tergeletak. Percaya deh…

Ada satu lirik lagu yang bagus banget, tiba-tiba terngiang-ngiang di kepalaku, dan aku mau kita memejamkan mata dan menyanyikan lagu ini, entah pada saat kalian sedang ada masalah besar atau kecil, atau sedang sama sekali tidak ada masalah/happy-happy aja, kita bisa nyanyikan lagu ini bersama :

Banyak perkara yang tak dapat ku mengerti
Mengapakah harus terjadi
Di dalam kehidupan ini

Satu perkara yang kusimpan dalam hati
Tiada sesuatu kan terjadi
Tanpa Allah peduli

Allah mengerti, Allah peduli
Segala persoalan yang kita alami
Takkan pernah ditinggalkanNya
Ku bergumul sendiri
Sbab Allah peduli

Be strong, stand firm, be faithful and be blessed…

“Laksana rajawali menggoyangbangkitkan isi sarangnya, melayang-layang di atas anak-anaknya, mengembangkan sayapnya, menampung seekor, dan mendukungnya di atas kepaknya, demikianlah TUHAN sendiri menuntun dia, dan tidak ada allah asing menyertai dia.”
Ulangan 32:11-12
rajawali

Fakta tentang Tato

Charisma Indonesia


Tatoo dan tindik menjadi sesuatu yang sangat diminati akhir-akhir ini, dengan melibatkan manusia dari berbagai tingkatan usia, profesi, status sosial, latar belakang dan bahkan tattoo dan tindik telah mempenetrasi tembok-tembok yang dahulu memisahkan dan mengkotakkan umat manusia. Sejalan dengan perkembangan jaman, tattoo dan tindik tidak lagi dipandang sebagai sesuatu hal yang mengerikan dan berbahaya. Beberapa dekade yang lalu, tattoo dan tindik lebih banyak dikaitkan dengan kriminalitas, kejahatan ataupun berbagai kelompok geng yang tersebar dimana-mana.

Hari ini semua telah berubah dan perubahan itu terjadi demikian cepatnya. Tattoo dan tindik dipandang sebagai sebuah karya seni yang layak untuk dilestarikan, dijaga dan bahkan dikembangkan. Artis, pengacara, dokter, mahasiswa, pelajar, ibu rumah tangga, olahragawan dan bahkan pendeta sekalipun saat ini ramai-ramai memenuhi tubuh mereka dengan tattoo dan tindik. Berbagai alasan dikemukakan untuk membenarkan diri dan tak jarang, Alkitab pun dipakai untuk menjadi tameng dalam “menghias” badan mereka dengan “karya seni” yang sebetulnya telah mengalami pemutarbalikkan fakta.

Tattoo dan tindik kini dipandang setara dengan berbagai perhiasan yang lazim dikenakkan oleh manusia untuk mempercantik diri. Alasan untuk meningkatkan kepercaaan diri, terlihat lebih jantan dan sexy serta kelihatan berwibawa menjadi hal-hal yang dikatakan, ketika ditanya alasan untuk memiliki tattoo dan tindik.

Sebuah riset di Amerika mengatakan bahwa 15% atau setara dengan 39 juta jiwa dari total penduduk Amerika memiliki tattoo dan tindik. Hal yang luar biasa adalah ketika dinyatakan bahwa seseroang akan melakukan tattoo dan tindik pertama kali di usia mereka yang ke-16! Belum lagi fakta yang berbicara bahwa 60% yang memiliki tattoo dan tindik adalah berjenis kelamin perempuan! Lebih aneh lagi, saat ini bahkan sebuah boneka Barbie pun sudah memiliki tattoo.

Tattoo dan tindik dikemas dengan sedemikian rupa, sehingga menarik minat yang besar dari banyak orang. Keren, manis, lucu, imut, menjadi identik dengan berbagai bentuk dan macam tattoo dan tindik. Sangat mengerankan karena orang-orang kemudian seperti melupakan kengerian yang dahulu melekat pada dua hal ini.

Sayangnya, banyak lagi yang saat ini “ngantri” untuk memiliki tattoo dan tindik!

Berapa banyak diantara kita –baik orang tua atau Pembina rohani dan bahkan pendeta- jika suatu ketika anak-anak kita datang dan berkata, “Papa, Mama, Kakak, Pastor, bolehkah saya memiliki tattoo dan tindik? Itu sedang ‘ngetrend’ lho….”

Pertanyaannya adalah apakah kita sudah siap untuk memberikan jawaban kepada anak-anak kita, ketika mereka menanyakan dan meminta hal itu. Jika mau berkata secara jujur, maka kebanyakan kita masih berada dalam kebingungan yang diiringi oleh ketidakpastian dalam memberikan jawaban disertai alasan-alasan yang tepat. Hal ini wajar untuk dimengerti karena kurangnya pengetahuan yang dimiliki. Namun demikian, tidak berarti bahwa kekurangan pengetahuan akan membuat kita menyerah dan kemudian membebaskan anak-anak atau bahkan diri kita sendiri, untuk terlibat dalam “karya seni” yang palsu ini.

Alkitab sendiri membahas larangan untuk mengenakkan tattoo dan tindik dengan sangat jelas. Permasalahannya adalah manusia lebih sibuk untuk mencari alibi sebagai pembenaran diri, ketimbang menuruti Firman Tuhan. Sangat disayangkan bahwa diantara mereka yang menganggap tattoo dan tindik adalah sebuah keindahan, justru adalah orang-orang yang berpengaruh di masyarakat. Hal ini semakin membuka kesempatan untuk tren ini lebih berkembang di dalam setiap lapisan kalangan. Seorang seniman tattoo di Amerika bernama Paul Booth, dalam majalah Rolling Stone berkata seperti ini, “Ketika saya sedang melakukan tattoo terhadap pelanggan saya, maka saya akan membiarkan setan untuk menuntuk tangan dan jarum-jarum yang saya gunakan.”

Pernyataan seeperti ini hendaknya menjadi peringatan untuk kita semua. Iblis sedang berusaha mati-matian untuk menipu, menyesatkan dan membawa sebanyak-banyaknya manusia untuk masuk dalam kematian yang kekal. Ia sadar bahwa waktunya tidak banyak lagi dan untuk mencapai tujuannya, iblis bersedia untuk melakukan kerja lembur tanpa henti dengan menggunakan semua jenis metode untuk membodohi manusia. Setan sedang berusaha untuk “menandai” sebanyak mungkin orang melalui tattoo dan tindik.

Jika kita berandai-andai, mungkin setan akan berkata kepada Tuhan di hari penghakiman, “Lihat, mereka itu milik saya. Mereka memiliki tanda di bagian-bagian tubuh mereka. Itu adalah tanda yang aku patrikan atas mereka. Leher, tangan, kaki, dada, punggung, kuping, lidah, pusar dan bagian tubuh yang lain. Mereka adalah milik kepunyaan saya.”

Menjadi seorang pengikut Kristus tidak sekedar menjadi pendengar dan percaya. Lebih dari itu, ketaatan dalam melakukan semua Firman Tuhan menduduki ranking teratas dalam pengiringan kita kepada Tuhan Yesus. Ingatlah bahwa tubuh kita ini adalah bait Allah yang harus dijaga dan tidak boleh dirusak dengan berbagai macam hal.

Faktor lain yang menjadi polemik mengenai tattoo dan tindik adalah, ketika dua unsur ini diadu dengan nilai-nilai budaya suatu bangsa. Tidan bisa dipungkiri bahwa kita saat ini masih menjalani kehidupan di dalam dunia yang memang tidak akan terlepas dari kebudayaan. Lagi pula apa yang kita hasilkan saat ini –mulai dari gaya hidup sampai pada unsur kehidupan- semua berasal dari proses asimilasi atau perpaduan budaya-budaya yang sudah ada sejak ribuan tahun silam. Lantas bagaimana kita bereaksi terhadap hal ini? Jika saja kita mengatakab bahwa tattoo dan tindik itu salah, tidakkah kita mengkonfrontasi budaya itu sendiri? Resiko yang akan dihadapi adalah kekristenan menjadi sebuah golongan aneh dan mungkin sesat karena tidak menghargai dan mengakui budaya.

Kebenarannya adalah, kita memang hidup di dalam dunia namun kita tidak berasal dari dunia. William Suddut, seorang yang dipakai Tuhan dalam membuka kebenaran tentang tattoo dan tindik berkata, “Kekristenan dipanggil untuk membuat perbedaan di dalam dunia. Jika kita berada di dunia dan kemudian memilih untuk mengikuti apa kata kebudayaan dan apa kata dunia, hanya sekedar supaya kita tidak terlihat aneh maka itu bukan kekristenan. Dunia adalah pihak yang harus melihat kekristenan dan bukan sebaliknya, dimana kekristenan yang mencontoh apa saja dari dunia. Sama sekali tidak ada yang salah dengan kebudayaan. Kita bersyukur karena bangsa seperti Indonesia memiliki keanekaragaman budaya yang sangat luar biasa. Budaya seperti Indonesia mungkin tidak dimiliki oleh bangsa-bangsa lain. Ini adalah hal yang sangat membanggakan.

Namun ingat bahwa ada budaya yang buruk dan ada juga budaya yang baik. Respon kita sebagai umat Kristen adalah melestarikam, menjaga, mengawal dan memperkaya semua jenis budaya yang baik. Namun di lain pihak, sebagai orang percaya kepada Yesus Kristus, kita juga dipanggil untuk menjadi garam dan terang dunia. Garam dan terang bagi kebudayaan kita. Tattoo dan tindik adalah budaya yang berakar kepada penyembahan berhala dan roh-roh setan. Tugas kita adalah membawa Kabar Baik untuk mereka, “demikian papar Sudduth.



Tattoo dan tindik bukanlah sebuah karya seni. Kebudayaan sendiri telah membuktikan bahwa tattoo dan tindik memiliki hubungan yang tidak terpisahkan dengan penyembahan kepada setan.

Namun demikian, kabar gembira ada pada kita. Firman Tuhan berkata bahwa ketika Yesus Kristus memerdekakan kita, maka kita menjadi orang-orang yang benar-benar merdeka. Sekali dan untuk selamanya!

Minggu, 22 November 2009

Seandainya Yesus tidak lahir

Ada seorang pendeta yang sementara menyiapkan khotbah natal tertidur dan kemudian bermimpilah ia. Ia mimpi tentang dunia dimana Kristus tidak pernah dilahirkan. Di dalam mimpinya ia tidak melihat sebatang lilinpun menyala, sudut rumahnya kosong tanpa pohon natal, sunyi dan sepi. Ia ingin tahu apa yang terjadi di luar maka ia berjalan kaki menuju kota dan pasar. Aneh, tak ada sebuah gereja pun yang nampak, bunyi lonceng pun tidak terdengar, tiada lagu-lagu natal kecuali musik jazz dan rock pengiring mereka yang berdisko di bar.

 Ia pulang dan masuk ke ruangan bukunya. Herannya ,semua buku-buku tentang Yesus Juruselamat sudah lenyap. Setelah itu ia mendengar pintunya di ketuk orang dan seorang memintahnya untuk segera mengunjungi ibunya yang sakit keras. Ia mencoba menghibur anak yang sedang menangis itu dengan sepotong ayat : 'Ia membuka Alkitab untuk menemukan ayat perjanjian itu, tapi betapa terkejutnya ia, Alkitabnya hanya berakhir di kitab Maleakhi, tidak ada injil, tidak ada ayat-ayat perjanjian,dan tidak ada pengharapan atas keselamatan. Maka ia hanya bisa menundukkan kepala dan menangis bersama anak itu dalam keputusasaan. '

 Dua hari kemudiaan ia berdiri di samping peti jenazah wanita itu untuk memimpin upacara pemakaman.tetapi ia tidak bisa berkhotbah tentang penghiburan yang meyakinkan kecuali :

'' Apa yang daripada tanah kembali kepada tanah dan apa yang daripada debu kembali kepada debu..''

 Mengapa demikian?

Ia baru sadar: semuanya ini karena.... YESUS KRISTUS TIDAK DATANG KE DALAM DUNIA INI

 Tiba-tiba terbangunlah ia oleh kegembiraan dan sukacita teriakan '' Haleluyah '' keluar dari mulutnya waktu ia mendengar paduan suara yang berlatih di gereja menyanyikan: ''Kesukaan bagi dunia, penebus datanglah Brihatimu kepadanya,s'kalian nyanyilah s'kalian nyanyilah, sekalian orang bernyanyilah'' Alangkah mengerikan keadaan manusia andaikata Yesus Kristus tidak datang ke dalam dunia ! tidak ada harapan sama sekali untuk pengampunan dosa dan hidup yang kekal.

 Tapi syukurlah Yohanes 3:16 membawa berita bahagia yang sangat indah bagi seluruh umat manusia di dunia.

' Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan anaknya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.'

Jumat, 20 November 2009

Bukan Kebetulan


Yeremia 29:11
"Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan."

Suatu hari ketika saya sedang berjalan kaki menuju ke rumah, di tengah perjalanan tersebut saya bertemu teman sebangku sewaktu SMP. Pertemuan itu sungguh mengagetkan karena kami berdua sudah tidak pernah berkomunikasi lagi sejak lulus dari SMP. Dalam perbincangan yang berlangsung cukup singkat itu, teman saya berkata seperti ini sesaat sebelum berpisah, "wah kebetulan banget bisa ketemuan disini, kapan-kapan ketemuan sama teman yang lebih banyak lagi yuk." Saya pun hanya tersenyum dan mengangguk tanda setuju.

Saat melanjutkan langkah ke rumah, pikiran saya sedikit terganggu karena perkataan terakhir teman saya itu. Timbul dalam pikiran saya waktu itu sebuah pertanyaan, "Apakah benar bahwa pertemuan saya tadi merupakan sebuah kebetulan?" Jawaban akan hal ini cukup lama saya temukan bahkan sampai berminggu-minggu. Hingga suatu pagi ketika sedang membaca Alkitab, mata saya tertuju pada Yeremia 29:11 yang menuliskan bahwa Allah telah merancangkan segala sesuatu yang ada pada manusia dan rancangan tersebut adalah rancangan damai sejahtera. Berdasarkan ayat tersebut, berarti Allah telah mengatur kehidupan manusia dan tidak ada sesuatu di dunia ini yang terjadi tanpa diketahui-Nya.

Kita seringkali kaget ketika bertemu atau berhadapan dengan hal yang tidak diperkirakan sebelumnya, namun tidak dengan Allah. Dia adalah Tuhan yang Maha besar dan Maha Tahu. Bahkan lebih dahsyatnya lagi, Dia sudah memiliki rancangan bagi setiap kehidupan manusia.

Apakah hari-hari ini Anda merasa bahwa Allah telah salah menempatkan Anda sehingga pekerjaan dan pelayanan menjadi berjalan di tempat? Anda menganggap bahwa rancangan-Nya keliru. Bila ini adalah sikap yang Anda ambil menghadapi situasi tersebut maka meminta ampunlah kepada-Nya. Ingat, bahwa Allah tidak tidak akan membuat Anda celaka atau jatuh ke dalam dosa, akan tetapi justru Anda sedang dibawa menggenapi tujuan-Nya di dalam hidup Anda. Jadi, bersyukurlah dimana Tuhan telah menaruhkan Anda saat ini dan percaya bahwa semuanya terjadi bukan karena kebetulan.

Allah sudah mengetahui segala sesuatu dalam hidup manusia sebelum kita sendiri mengetahuinya.

Makalah FA November minggu ke 4

November minggu ke 4 "Berjuang meraih mimpi !" - download disini *NEW*

Kisah Pohon Apel


Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang senang bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari. Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya, tidur-tiduran di keteduhan rindang daun-daunnya. Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu. Demikian pula pohon apel sangat mencintai anak kecil itu.

Waktu terus berlalu. Anak lelaki itu kini telah tumbuh besar dan tidak lagi bermain-main dengan pohon apel itu setiap harinya. Suatu hari ia mendatangi pohon apel. Wajahnya tampak sedih. "Ayo ke sini bermain-main lagi denganku," pinta pohon apel itu."Aku bukan anak kecil yang bermain-main dengan pohon lagi," jawab anak lelaki itu... "Aku ingin sekali memiliki mainan, tapi aku tak punya uang untuk membelinya."Pohon apel itu menyahut, "Duh, maaf aku pun tak punya uang... tetapi kau boleh mengambil semua buah apelku dan menjualnya. Kau bisa mendapatkan uang untuk membeli mainan kegemaranmu. "

Anak lelaki itu sangat senang. Ia lalu memetik semua buah apel yang ada di pohon dan pergi dengan penuh suka cita. Namun, setelah itu anak lelaki tak pernah datang lagi. Pohon apel itu kembali sedih. Suatu hari anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel sangat senang melihatnya datang. "Ayo bermain-main denganku lagi," kata pohon apel. "Aku tak punya waktu," jawab anak lelaki itu. "Aku harus bekerja untuk keluargaku. Kami membutuhkan rumah untuk tempat tinggal. Maukah kau menolongku?" "Duh, maaf aku pun tak memiliki rumah. Tapi kau boleh menebang semua dahan rantingku untuk membangun rumahmu," kata pohon apel.

Kemudian anak lelaki itu menebang semua dahan dan ranting pohon apel itu dan pergi dengan gembira. Pohon apel itu juga merasa bahagia melihat anak lelaki itu senang, tapi anak lelaki itu tak pernah kembali lagi. Pohon apel itu merasa kesepian dan sedih.
Pada suatu musim panas, anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel merasa sangat bersuka cita menyambutnya. "Ayo bermain-main lagi deganku," kata pohon apel. "Aku sedih," kata anak lelaki itu. "Aku sudah tua dan ingin hidup tenang. Aku ingin pergi berlibur dan berlayar. Maukah kau memberi aku sebuah kapal untuk pesiar?" "Duh, maaf aku tak punya kapal, tapi kau boleh memotong batang tubuhku dan menggunakannya untuk membuat kapal yang kau mau. Pergilah berlayar dan bersenang-senanglah ."
Kemudian, anak lelaki itu memotong batang pohon apel itu dan membuat kapal yang diidamkannya. Ia lalu pergi berlayar dan tak pernah lagi datang menemui pohon apel itu. Akhirnya, anak lelaki itu datang lagi setelah bertahun-tahun kemudian. "Maaf anakku," kata pohon apel itu. "Aku sudah tak memiliki buah apel lagi untukmu." "Tak apa. Aku pun sudah tak memiliki gigi untuk mengigit buah apelmu," jawab anak lelaki itu. "Aku juga tak memiliki batang dan dahan yang bisa kau panjat," kata pohon apel. "Sekarang, aku sudah terlalu tua untuk itu," jawab anak lelaki itu. "Aku benar-benar tak memiliki apa-apa lagi yang bisa aku berikan padamu. Yang tersisa hanyalah akar-akarku yang sudah tua dan sekarat ini," kata pohon apel itu sambil menitikkan air mata. "Aku tak memerlukan apa-apa lagi sekarang," kata anak lelaki. "Aku hanya membutuhkan tempat untuk beristirahat. Aku sangat lelah setelah sekian lama meninggalkanmu. " "Oooh, bagus sekali. Tahukah kau, akar-akar pohon tua adalah tempat terbaik untuk berbaring dan beristirahat. Mari, marilah berbaring di pelukan akar-akarku dan beristirahatlah dengan tenang." Anak lelaki itu berbaring di pelukan akar-akar pohon. Pohon apel itu sangat gembira dan tersenyum sambil meneteskan air matanya.

Ini adalah cerita tentang kita semua. Pohon apel itu adalah orang tua kita. Ketika kita muda, kita senang bermain-main dengan ayah dan ibu kita... Ketika kita tumbuh besar, kita meninggalkan mereka, dan hanya datang ketika kita memerlukan sesuatu atau dalam kesulitan. Tak peduli apa pun, orang tua kita akan selalu ada di sana untuk memberikan apa yang bisa mereka berikan untuk membuat kita bahagia. Anda mungkin berpikir bahwa anak lelaki itu telah bertindak sangat kasar pada pohon itu, tetapi begitulah cara kita memperlakukan orang tua kita.



Senin, 16 November 2009

Makalah FA November minggu ke 3

Makalah FA November minggu ke 3 "Berjuang sampai Menang !" - download disini *NEW*

Kamis, 12 November 2009

Uluran Tangan

Ayub 6:14
"Siapa yang menahan kasih terhadap sesamanya, melalaikan takut akan Yang Mahakuasa"

Seorang mahasiswi bernama Kelly Smith mengalami cedera patah lengan pada musim pertandingan bola voli pertamanya. Karena cedera ini berarti ia tidak dapat melanjutkan pekerjaan paruh waktunya. Lalu beberapa waktu kemudian, mobilnya mogok. Puncaknya, pemuda yang selama ini berpacaran dengannya tidak lagi menghubunginya. Kelly merasa begitu sedih sehingga ia mulai menghabiskan banyak waktu mengurung diri di kamarnya dan menangis.

Laura, salah seorang teman di voli prihatin dengan keadaan Kelly dan memutuskan untuk menolongnya. Lalu ia merencanakan sebuah kegiatan. Ia dan teman-temannya mengumpulkan uang dan sekelompok pemuda memperbaiki mobil Kelly. Mereka mencarikan pekerjaan sementara, bahkan membeli tiket pertandingan basket dimana disana terdapat pemain basket jagoan Kelly. Apa yang Laura dan teman-temannya lakukan pun membuahkan hasil, yakni Kelly telah pulih kembali. Ketika ia bertanya mengapa mereka melakukan semua itu, Laura mengatakan bahwa itu semua karena kasih Yesus.

Di dalam Alkitab terdapat kisah yang hampir sama dengan kisah diatas, yakni tentang seorang pria yang lumpuh dan disembuhkan oleh Yesus. Kawan orang itu begitu peduli dengan apa yang dialaminya sehingga mereka membawanya kepada Sang Juru Selamat (Lukas 5:17-26). Seperti yang kita ketahui, di akhir kisah tersebut orang lumpuh itu mengalami kesembuhan dan mempermuliakan nama Tuhan.

Apakah ada diantara teman Anda saat ini yang membutuhkan pertolongan? Pikirkanlah cara untuk dapat menolongnya. Tunjukkan kasih Kristus, lalu beritakanlah Injil. Anda tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi ketika Anda sedang mengulurkan tangan padanya.

Kasih sejati mengubah niat baik menjadi tindakan.


Sumber: Kingdom Magazine Edisi Oktober 2009